Meski Tersingkir, Netanyahu Bisa Kembali Berkuasa di Israel karena Faktor Ini

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: Times of Israel)

TEL AVIV, iNews.idBenjamin Netanyahu telah lama menjadi wajah yang begitu akrab di Israel. Bagaimana tidak, dia menjabat perdana menteri selama lebih dari satu dekade, menjadikannya orang paling lama memegang jabatan itu di Israel.

Kini, kekuasaan politikus Partai Likud itu tampaknya bakal berakhir. Hasil Pemilu Israel yang mengambang pada 23 Maret lalu memaksanya membangun ulang pemerintahan koalisi yang baru. Namun, hingga tenggat waktu yang ditentukan pada Mei lalu, Netanyahu gagal membentuknya.

Tadi malam, kelompok oposisi pimpinan Yair Lapid (57) mengumumkan keberhasilannya membangun koalisi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan baru. Sesuai kesepakatan dalam koalisi tersebut, politikus sayap kanan yang juga mantan sekutu Netanyahu, Naftali Bennett, bakal menjadi perdana menteri berikutnya. Dua tahun setelah itu, Bennett akan menyerahkan jabatan tersebut kepada Lapid.

Dilansir dari Alarabiyah, baik Bennett maupun Lapid adalah tokoh yang sama-sama pernah menjadi orang kepercayaan Netanyahu. Bennett memegang sejumlah jabatan menteri antara 2013–2020. Jabatan terakhir yang diembannya adalah menteri pertahanan Israel. Sementara, Lapid menjadi menteri keuangan Netanyahu sejak 18 Maret 2013 hingga 2014.

Ada perbedaan yang cukup mencolok antara Lapid dan Bennet. Selain dari segi usia, ideologi politik yang diusung keduanya juga berlainan arah.

Bennet yang umurnya relatif masih muda, yakni 49 tahun, berhaluan kanan dan memiliki impian untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat milik Palestina. Sementara, Partai Yesh Atid yang dipimpin Lapid berhaluan moderat dan mengusung gagasan yang lebih liberal dan sekular.

Selain ideologi kanan dan moderat, koalisi yang dibangun Lapid kini juga diisi oleh kelompok Arab Islam yang diwakili oleh Partai Raam yang diketuai Mansour Abbas. Ideologi boleh berbeda, namun Lapid, Bennett, dan Abbas ternyata bisa duduk di satu meja. Mereka dipertemukan oleh satu tujuan: menggulingkan Netanyahu dari kekuasaan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
10 menit lalu

Israel Ungkap Hamas Masih Miliki 20.000 Pejuang dan Puluhan Ribu Senapan AK

Internasional
25 menit lalu

Trump Sebut Presiden Israel Herzog Seharusnya Dipermalukan, Kenapa?

Internasional
1 jam lalu

Iran Sebut Israel Berusaha Gagalkan Negosiasi Nuklir dengan AS

Nasional
9 jam lalu

Kejagung Kaji Laporan Koalisi Sipil terkait Kejahatan Genosida Israel di Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal