TEL AVIV, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengomentari penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Majelis Pakar Iran pada Minggu (8/3/2026) malam resmi menunjuk putra tertua Ayatollah Ali Khamenei itu untuk menjadi pemimpin yang baru, menggantikan sang ayah.
Surat kabar The Times of Israel melaporkan, Trump tak banyak berkomentar kepada media mengenai terpilihnya putra tertua mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ujarnya, kepada surat kabar tersebut, dikutip Senin (9/3/2026).
Dia menambahkan keputusan untuk menentukan waktu kapan mengakhiri perang melawan Iran ada di tangannya bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Saya kira itu bersama-sama… sedikit. Kami telah berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tapi semuanya akan dipertimbangkan,” katanya.
Trump juga mendesak Presiden Israel Isaac Herzog untuk segera mengampuni Netanyahu dari kasus korupsi yang menjeratnya.
“Bibi Netanyahu harus segera diberi pengampunan. Saya kira (Herzog) melakukan hal mengerikan dengan tidak mengampuninya. Kita ingin Bibi fokus pada perang, bukan pengampunan yang tidak masuk akal,” kata Trump, merujuk pada panggilan akrabnya.