WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak mendukung Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu untuk berkuasa lagi. Israel akan menggelar pemilu parlemen pada 27 Oktober mendatang, pertaruhan apakah Partai Likud yang dipimpin Netanyahu serta para koalisi dari kubu sayap kanan bisa mempertahankan dominasinya di parlemen Knesset.
"Iya saya hanya bisa menyampaikan, saya tidak lagi terlibat dalam politik, kecuali fakta bahwa kami populer," ujar Trump, kepada majalah TIME, saat ditanya apakah Netanyahu layak mendapatkan kembali jabatannya atau tidak.
Saat didesak kembali, Trump menjawab, "Tidak, hal terpenting bagi saya, saya memang ingin membantu mereka mempertahankan Israel."
Dia lalu mengalihkan pembicaraan soal dukung-mendukung ke pembahasan lain.
Sebaliknya, Trump menyoroti citra pribadinya di mata publik Israel, dengan mengeklaim tingkat popularitasnya mencapai 99 persen berkat kebijakan-kebijakan masa lalunya.
Ketika ditanya apakah AS dapat bekerja sama secara lebih efektif dengan kandidat oposisi pesaing Netanyahu, Gadi Eisenkot, Trump menjawab sejauh ini dia belum mendengar hal buruk tentang mantan panglima Pasukan Pertahanan Israel (IDF) itu, namun dia memperingatkan agar tidak meremehkan Netanyahu.
"Banyak orang berkali-kali menganggap Bibi (Netanyahu) sudah tamat, sama seperti mereka berkali-kali menganggap saya sudah tamat," kata Trump.
Hubungan Trump dengan Netanyahu dilaporkan semakin renggang dalam beberapa bulan terakhir akibat situasi terkait Iran, serta serangan berkelanjutan Israel ke Lebanon dan Gaza.