DOHA, iNews.id - Para pemimpin negara Arab dan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dilaporkan akan membahas kemungkinan pengaktifan pasukan militer gabungan dalam KTT darurat Arab-Islam di Doha, Senin (15/9/2025). Langkah ini digagas menyusul meningkatnya eskalasi serangan Israel, termasuk serangan udara yang menghantam ibu kota Qatar pekan lalu.
Gagasan pembentukan pasukan gabungan Arab pertama kali diajukan Mesir hampir 1 dekade lalu, namun belum terealisasi. Kini, inisiatif tersebut kembali mencuat seiring maraknya agresi Israel di Gaza serta tindakan yang dinilai melanggar kedaulatan negara-negara Arab.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dalam pernyataan resmi, menegaskan serangan Israel ke Doha adalah pelanggaran serius dan bentuk terorisme negara. Menurutnya, Israel bisa bertindak brutal karena dunia internasional gagal menindak tegas.
“Yang membuat Israel berani meneruskan praktik-praktik ini adalah ketidakmampuan komunitas internasional untuk menghentikannya,” ujarnya.
Dia menegaskan, serangan itu tidak hanya merusak keamanan Qatar, tetapi juga upaya mediasi gencatan senjata Gaza yang sedang difasilitasi Doha bersama Mesir dan Amerika Serikat.