Negara-Negara Miskin Tolak Bantuan 100 Juta Vaksin Covid, Alasannya Bikin Miris

Anton Suhartono
Negara-negara miskin menolak bantuan 100 juta lebih vaksin Covid-19 sepanjang Desember 2021 (Foto: Reuters)

BRUSSEL, iNews.id - Badan PBB yang mengurusi kesejahteraan anak-anak UNICEF mengungkap, bantuan 100 juta lebih dosis vaksin Covid-19 di bawah program Covax ditolak oleh negara-negara miskin selama Desember 2021.

Beberapa alasan melatarbelakangi penolakan tersebut, namun yang terbanyak dan bikin miris adalah vaksin-vaksin itu dikirim saat mendekati masa kedaluwarsa.

“Lebih dari 100 juta ditolak hanya pada Desember saja,” kata Etleva Kadilli, direktur Divisi Suplai UNICEF, kepada anggota Parlemen Eropa di Brussel, Belgia, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/1/2022).

Dia menambahkan, sebagian besar vaksin yang dikirim memiliki usia simpan yang pendek sehingga tak memenuhi syarat. Apalagi negara-negara miskin itu memiliki kendala penyaluran ke pelosok yang bakal memakan waktu lebih lama lagi.

Alasan lain penolakan karena negara-negara tersebut tidak mereka memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai, termasuk kurangnya lemari pendingin karena vaksin harus disimpan pada suhu sejuk bahkan beku.

Kadilli tak menyebutkan negara-negara yang dimaksud serta merek vaksin yang disumbangkan melalui program Covax tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Senjata Robot Pembunuh Termasuk Drone Makin Canggih, PBB dan Palang Merah Desak Pembatasan

1 bulan lalu

Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik 

1 bulan lalu

6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan

1 bulan lalu

Prabowo Bangga Rumah Pendidikan Raih Juara PBB: Digitalisasi Kita Diakui Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal