KOLOMBO, iNews.id - Seekor gajah mengamuk tak terkendali di festival Hindu di Kota Kataragama sekitar 280 km Ibu Kota Kolombo, Sabtu (6/7/2024). Sedikitnya 13 orang luka akibat dampak langsung dan tak langsung dari amukan sang gajah. Para korban dibawa ke rumah sakit akibat karena luka ringan.
Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan, salah satu pawang berusaha menarik ekor gajah yang gelisah untuk mengendalikannya. Dia berteriak kepada orang lain untuk segera menjauh dari lokasi itu.
Saat itu digelar parade gajah yang dipakaikan jubah merah, biru, dan emas, dari belalai hingga ekor.
Sementara itu seorang juru bicara rumah sakit daerah Kataragama mengatakan, semua korban luka sudah diperbolehkan pulang pada Minggu (7/7/2024).
Gajah merupakan hewan suci di Sri Lanka, meski undang-undang kekejaman terhadap hewan jarang ditegakkan. Kelompok hak asasi satwa justru mengkritik semakin maraknya penggunaan gajah untuk upacara-upacara keagamaan di negara tersebut. Ada kalanya hewan-hewan mengamuk saat parade yang juga memperdengarkan musik keras serta petasan.
Pada 2023, puluhan orang terpaksa melompat ke danau di Kota Kandy untuk menghindari lima gajah yang mengamuk. Beberapa orang terluka dalam kejadian itu. Empat tahun sebelum itu, setidaknya 17 orang luka ketika gajah mengamuk di sebuah festival Hindu di Kolombo.
Angka resmi menyebutkan, ada sekitar 200 gajah peliharaan di Sri Lanka, sementara populasi yang hidup di alam liar sekitar 7.500 ekor.