TEHERAN, iNews.id - Militer Iran memerintahkan pasukan angkatan darat untuk siaga tinggi terkait kemungkinan serangan terbaru Amerika Serikat (AS) dan Israel. Beberapa laporan media massa mengungkap potensi serangan AS-Israel ke Iran setelah pemilu paruh waktu AS pada 3 November mendatang.
Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Jahanshahi memerintahkan para komandan unit militer untuk meningkatkan kesiapan tempur setinggi mungkin.
Dia memperingatkan kelalaian dalam masa perang bisa menimbulkan dampak serius.
“Dalam kondisi perang, kelalaian atau kecerobohan apa pun dapat berakibat sangat fatal,” ujar Jahanshahi, sebagaimana dikutip dari kantor berita Tasnim, Sabtu (24/10/2026).
Dia menegaskan, menjaga kesiapan operasional yang tinggi memerlukan pelatihan berkelanjutan, penilaian akurat terhadap kemampuan militer, koordinasi antarunit, serta identifikasi dan perbaikan kekurangan secara cepat.
Jahanshahi juga menginstruksikan para komandan di semua tingkatan untuk memperkuat kemampuan tempur melalui perencanaan cermat, pengawasan berkelanjutan, dan tindak lanjut yang efektif.
Namun dia tak menjelaskan soal ancaman serangan darat dari AS maupun Israel.
Beberapa sumber pejabat AS sebelumnya mengatakan potensi serangan ke Iran usai pemilu sela. Namun serangan kemungkinan dilakukan dari udara, menargetkan fasilitas Gunung Pickaxe, infrastruktur energi, serta fasilitas militer.