Parlemen Inggris Desak Sanksi Perusahaan yang Terkait Penindasan Muslim Uighur

Djairan
Kamp etnis Uighur di Xinjiang, Cina. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Anggota parlemen Inggris mendesak otoritas negara tersebut menindak laporan praktik kerja paksa terhadap muslim Uighur dan etnis minoritas di wilayah Xinjiang, China. Pemerintah didesak memasukkan berbagai perusahaan ke dalam daftar hitam (blacklist) jika terbukti memasok berbagai barang hasil kerja paksa.

Komite Pengawasan Strategi Bisnis, Energi, dan Industri (BEIS) melaporkan beberapa perusahaan sengaja menutup mata atas dugaan praktik kerja paksa dalam rantai pasokan mereka. Komite menyebut hal itu karena pemerintah gagal menegakkan standar hak asasi manusia (HAM) dengan benar.

“Sangat memprihatinkan bahwa perusahaan yang menjual berbagai barang ke jutaan pelanggan di Inggris tidak dapat menjamin rantai pasokan mereka bebas dari kerja paksa,” kata anggota BEIS, Nusrat Ghani dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters, Rabu (17/3/2021).

BEIS melaporkan merek-merek fesyen ternama diduga memasok barang produksi mereka dari hasil kekerasan dan kerja paksa para muslim dan etnis minoritas Uighur. Seperti pada penggunaan kapas di mana lebih dari 80 persen kapas yang dibeli dari China berasal dari Xinjiang.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
10 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
13 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
16 hari lalu

Prabowo Gandeng Inggris Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal