WASHINGTON, iNews.id - Kementerian Pertahanan Amerika Serkat (Pentagon) melarang pasukan militernya membeli dan memakai ponsel atau perlengkapan lain yang diproduksi oleh perusahaan asal China, seperti Huawei dan ZTE. Alasannya, perangkat tersebut bisa menimbulkan risiko keamanan yang tinggi.
Pentagon menyebut barang elektronik itu bisa digunakan untuk mengintai atau melacak anggota lainnya.
"Huawei dan perangkat ZTE dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima untuk personel militer, termasuk informasi dan misi," kata juru bicara Pentagon, Mayor Dave Eastburn, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (5/5/2018).
"Melihat informasi ini, tidak bijaksana bagi bursa Kementerian untuk terus menjualnya," tambah Eastburn, mengacu pada toko-toko yang dijalankan militer di pangkalan AS di seluruh dunia.
Eastburn mengatakan perintah menarik perangkat Huawei dikeluarkan pada 25 April.
"Mengingat masalah keamanan tentang ponsel ZTE dan produk terkait, Pentagon juga menghapus produk ZTE dari toko mereka," kata dia.
Eastburn tidak membahas lebih lanjut aspek teknis dari potensi ancaman yang dimaksud, namun The Wall Street Journal menyatakan Pentagon khawatir Pemerintah China dapat melacak tentara menggunakan perangkat Huawei atau ZTE.
Sementara itu Juru Bicara Huawei, Charles Zinkowski, mengatakan perangkat perusahaannya memenuhi standar keamanan, privasi, dan rekayasa tertinggi di setiap negara yang dioperasikannya, termasuk AS.
"Kami tetap berkomitmen terkait keterbukaan dan transparansi dalam semua yang kami lakukan dan ingin memperjelas bahwa tidak ada pemerintah yang pernah meminta kami untuk berkompromi dengan keamanan atau integritas dari setiap jaringan atau perangkat yang kami buat," kata Zinkowski dalam sebuah pernyataan.
Namun pihak ZTE belum menanggapi hal ini.
Pada Januari, Pentagon menyatakan sedang meninjau kebijakan pada aplikasi kebugaran dan pelacak kebugaran setelah perusahaan Strava menerbitkan peta berisi aktivitas para penggunanya.
Di Irak dan Suriah, pengguna dapat dengan mudah melihat aktivitas di tempat-tempat terpencil di mana pangkalan militer berada, bahkan menemukan lokasi joging atau rute yang biasa dilewati pasukan militer.
Sebelumnya pada Februari, Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats, bersama dengan beberapa pejabat tinggi lainnya, mengatakan warga AS tidak boleh membeli produk Huawei atau ZTE.
"Spionase cyber China dan kemampuan serangan cyber akan terus mendukung prioritas keamanan dan ekonomi nasional China," kata Coats kepada Senat Komite Intelijen.