WASHINGTON, iNews.id - Pejabat militer Amerika Serikat (AS) mengungkap Iran masih memiliki kemampuan untuk melakukan serangan balasan. Bukan hanya serangan fisik dengan senjata, Iran juga melakukan serangan siber.
Kepala Komando Utara AS, Jenderal Gregory Guillot, menjelaskan, kepemimpinan Iran yang telah berganti masih bisa mengarahkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan maupun kepentingan AS di kawasan.
"Kepemimpinan Iran yang masih bertahan, tampaknya masih memiliki kemampuan untuk mengarahkan serangan balasan melalui cara asimetris, seperti serangan siber baru-baru ini terhadap perusahaan teknologi medis AS oleh kelompok peretas yang terkait dengan Iran," kata Guillot, dalam pernyataan yang akan disampaikan di sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (19/3/2026).
Dia menambahkan, meski kemampuan militernya diyakini jauh berkurang akibat serangan AS dan Israel, Iran masih menimbulkan ancaman bagi AS melalui "ekstremis kekerasan dalam negeri yang terinspirasi untuk melakukan serangan atas nama Teheran."
Guillot mengklaim militernya telah menghancurkan program peluncuran roket Iran. Kehancuran fasilitas tersebut secara efektif melenyapkan jalan bagi Iran untuk bisa mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang bisa menjangkau AS.