Pembantaian Muslim Rohingya, ASEAN Desak Myanmar Beri Akses ke Rakhine

Anton Suhartono
Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN mendesak Myanmar untuk memberikan mandat penuh bagi tim penyelidik guna mengungkap kekerasan terhadap muslim etnis Rohingya di Rakhine.

ASEAN berharap bisa menemukan pihak yang harus bertanggung jawab atas pembantaian yang memicu kemarahan internasional itu.

Pekan lalu, para menteri ASEAN menggelar pertemuan informal di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Mereka memberikan perhatian besar terhadap kekerasan yang memaksa 700.000 muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh itu.

Berbicara kepada parlemen, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, dikutip dari Reuters, Selasa (2/10/2018), menyebut, tragedi yang dialami muslim Rohingya sebagai bencana kemanusiaan yang dibuat manusia.

Sebelumnya, tim pencari fakta PBB merilis hasil penyelidikan bahwa terjadi pembasmian etnis, pemerkosaan massal, serta kekerasan lain terhadap muslim Rohingya. Untuk itu, tim merekomendasikan beberapa pejabat militer negara itu diseret ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda.

Namun Pemerintah Myanmar bersikeras tak bersalah dengan alasan mereka memerangi kelompok teroris di Rakhine.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Menhan AS Pete Hegseth Tawarkan Kerja Sama Pertahanan Ambisius ke ASEAN

20 jam lalu

Perkuat Penanganan Karhutla, Indonesia-Singapura Sepakat Tindak Tegas Perusahaan Nakal

10 hari lalu

Negara ASEAN Siap Bantu Padamkan Karhutla, Menko Polkam: Dipersilakan Saja

14 hari lalu

Anggota Parlemen Malaysia Ajak ASEAN Bertindak Tegas ke Indonesia soal Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal