Pemerintah Inggris Desak Australia Hentikan Penggunaan Sedotan Plastik

Nathania Riris Michico
Sampah plastik di pantai Inggris. (Foto: AFP)

LONDON, iNews.id - Sedotan plastik, pengaduk minuman, dan korek kuping akan segera dilarang di Inggris demi mengurangi sampah plastik. Australia pun didesak untuk menerapkan tindakan serupa.

Pengumuman ini dibuat menjelang pembukaan resmi Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM) di London.

Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengatakan, sampah plastik merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar yang dihadapi dunia dan salah satu isu yang bertekad diatasi oleh Inggris.

Dia mendesak semua negara yang menghadiri pertemuan itu, termasuk Australia, untuk mengikuti jejak Inggris serta mengambil tindakan mengurangi jumlah penggunaan produk plastik.

"Melindungi lingkungan laut adalah inti dari agenda kami di Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran. Bersama-sama kita dapat membuat perubahan nyata sehingga generasi mendatang dapat menikmati lingkungan alam yang lebih sehat daripada yang kita temukan saat ini," ujar PM May, seperti dikutip Australia Plus ABC.

Diperkirakan sekitar 8,5 milyar sedotan plastik dibuang setiap tahun di Inggris dan banyak yang berakhir di sungai atau laut.

Korek kuping (cotton buds), yang sering dibuang ke sistem pembuangan limbah, berukuran cukup kecil untuk dimakan oleh beberapa burung dan ikan.

Kelompok pecinta lingkungan sudah sejak lama berkampanye agar pabrik-pabrik menghentikan penggunaan produk plastik yang tidak dapat didaur ulang.

Konsultasi terkait kemungkinan pelaksanaan larangan ini diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun. Laporan terakhir menyebut kebijakan itu akan mulai diperkenalkan pada awal 2019.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Telanjur Menuduh, Inggris Akhirnya Akui Drone Hantam Pangkalan di Siprus Bukan dari Iran

Internasional
4 hari lalu

Trump Murka Inggris Tolak Ikut Serang Iran: Saya Tak Menyangka! 

Internasional
5 hari lalu

Inggris Restui AS Gunakan Pangkalan Militernya Serang Iran, Starmer: Demi Pertahanan

Health
8 hari lalu

Kasus Kanker Payudara di Indonesia Lebih Tinggi dari Inggris, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal