Pemukim Yahudi Tikam Pria Palestina di Jantung hingga Meninggal

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi penusukan. (Foto: ANTARA)

TEPI BARAT, iNews.id – Polisi Israel pada Rabu (22/6/2022) menangkap seorang pemukim Yahudi sehubungan dengan penikaman terhadap seorang pria Palestina di Tepi Barat. Media Israel melaporkan, korban diketahui bernama Ali Hassan Harb.

Sejumlah saksi mata menuturkan Harb ditikam pada Selasa (21/6/2022), ketika sejumlah warga Palestina mencoba mengusir sekelompok pemukim Yahudi dari tanah mereka. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, korban yang berusia 28 tahun, ditikam di jantungnya oleh seorang pemukim. 

Seorang juru bicara polisi Israel awalnya menyebut tidak jelas siapa yang membunuh Harb. Namun dia, mengatakan insiden itu masih diselidiki.

Kasus penusukan kali ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat dan Israel. Sejak Januari, aparat Israel telah membantai sedikitnya 46 warga sipil Palestina di Tepi Barat. Sementara itu, 19 orang Yahudi di Israel tewas dalam serangan jalanan yang dilancarkan warga Arab.

Ratusan warga Palestina mengiringi proses pemakaman Harb di Kota Iskaka, Palestina, Rabu kemarin. Lokasi kota itu dekat dengan Salfit di bagian utara Tepi Barat.

Sekitar 600.000 orang Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, wilayah yang direbut Israel dalam Perang Timur Tengah 1967. Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel itu ilegal berdasarkan hukum internasional. Akan tetapi, Israel ngotot membantahnya.

Koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, mengutuk serangan oleh pemukim Yahudi itu. “Pelaku kekerasan harus dimintai pertanggungjawaban dan segera diadili,” tulisnya di Twitter.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perjuangan Palestina

57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

57 tahun lalu

Iran Pertanyakan Kesepakatan Damai dengan AS usai Israel Serang Lebanon Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal