MOSKOW, iNews.id - Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mengkhawatirkan setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran menewaskan lebih dari 1.000 orang. Di tengah memanasnya situasi, Rusia mengusulkan moratorium penuh atas seluruh serangan guna mencegah korban sipil terus berjatuhan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menilai, ketegangan saat ini justru dipicu oleh ambisi geopolitik AS dan Israel. Dia pun mengajak semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan demi menghindari jatuhnya korban sipil lebih banyak.
“Marilah kita bersatu untuk menghentikan segala bentuk permusuhan, dimulai dengan moratorium penuh terhadap serangan yang menyebabkan korban sipil dan penghancuran infrastruktur sipil, seperti yang terjadi di banyak negara Arab,” ujarnya, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (5/3/2026).
Lebih lanjut dia mengungkapkan negosiasi nuklir antara AS dan Iran tahun lalu hampir mencapai kesepakatan. Perundingan yang dimediasi oleh Oman itu berjalan menuju titik terang hingga lima putaran sebelum akhirnya kandas akibat pecahnya perang 12 hari yang dimulai oleh serangan Israel.
“Di tengah negosiasi, tepat sebelum putaran berikutnya, perang 12 hari dilancarkan, yang disebut sebagai tindakan agresi pertama terhadap Republik Islam Iran. Hal yang sama terjadi sekarang,” ujarnya.
Dengan situasi yang terus memanas, usulan moratorium dari Rusia menjadi salah satu seruan paling tegas untuk meredam konflik yang berpotensi meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.