PM Baru Inggris Keir Starmer Pastikan Setop Rencana 'Buang' Imigran Gelap ke Rwanda

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Sabtu (6/7/2024) ini mengumumkan rencananya untuk membatalkan skema deportasi para imigran tak berdokumen ke Rwanda. Skema yang kontroversial itu sebelumnya disahkan pemerintahan Partai Konservatif di bawah pimpinan mantan Perdana Menteri Rishi Sunak.

“Skema Rwanda sudah mati dan terkubur sebelum dimulai. Ini tidak pernah menjadi alat pencegah… Saya tidak siap untuk melanjutkan tipu muslihat yang tidak memiliki efek jera ini,” kata Starmer pada konferensi pers yang disiarkan oleh Sky News.

Inggris dan Rwanda menandatangani perjanjian migrasi pada 2022. Dalam perjanjian itu dinyatakan bahwa orang-orang yang diidentifikasi oleh Pemerintah Inggris sebagai imigran tidak berdokumen atau pencari suaka akan dideportasi ke Rwanda untuk ditindaklanjuti, mendapat suaka, dan dimukimkan kembali. 

Skema tersebut menuai kritik dari organisasi hak asasi manusia, serta sejumlah politisi dan pejabat di Inggris. Pada akhir Mei, Sunak mengatakan bahwa pesawat yang mengangkut para imigran gelap ke Rwanda tidak akan lepas landas sebelum pemilihan umum digelar di Inggris.

Partai Buruh yang dipimpin Starmer memperoleh mayoritas mutlak di House of Commons (DPR Inggris) setelah pemilu Kamis (4/7/2024). Jumlah kursi yang dimiliki partai itu mencapai 410, jauh di atas 326 kursi yang dibutuhkan untuk mengontrol majelis rendah parlemen yang memiliki total 650 kursi. Kemenangan Partai Buruh sekaligus mengakhiri 14 tahun kekuasaan Partai Konservatif.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
18 hari lalu

Telanjur Menuduh, Inggris Akhirnya Akui Drone Hantam Pangkalan di Siprus Bukan dari Iran

Internasional
20 hari lalu

Trump Murka Inggris Tolak Ikut Serang Iran: Saya Tak Menyangka! 

Internasional
21 hari lalu

Inggris Restui AS Gunakan Pangkalan Militernya Serang Iran, Starmer: Demi Pertahanan

Health
24 hari lalu

Kasus Kanker Payudara di Indonesia Lebih Tinggi dari Inggris, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal