PM Israel Bela Diri soal Gencatan Senjata dengan Militan Gaza

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela keputusannya untuk menerima gencatan senjata selama dua hari dengan kelompok militan Jalur Gaza, Palestina.

Keputusan itu dikritik kubu pemerintahan serta warga. Aksi saling serang mlitan Gaza dengan militer Israel berlangsung sejak Minggu (11/11/2018). Ini merupakan ekskalasi terburuk sejak perang pada 2014.

Selama dua hari pertempuran, 11 warga Gaza dan dua warga Israel tewas. Faksi perjuangan Gaza seperti Hamas dan Jihad Islam meluncurkan ratusan roket ke Israel, termasuk sampai ke Kota Ashkalon, menewaskan seorang warga.

Sementara Israel menggelar puluhan serangan udara menggunakan jet tempur pada Minggu dan Senin malam, meluluhlantakkan bangunan, termasuk kantor stasiun televisi Hamas.

"Pada kondisi darurat, saat membuat keputusan yang sangat penting bagi keamanan, publik tidak bisa selalu mengetahui apa pertimbangan yang diambil oleh musuh," kata Netanyahu, saat upacara menghormati pendiri Israel, David Ben-Gurion, dikutip dari AFP, Rabu (14/11/2018).

Dia menambahkan, permintaan gencatan senjata berasal dari Gaza dan pihaknya menerima itu.

"Musuh kita memohon adanya gencatan senjata dan mereka tahu betul mengapa," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen

Internasional
9 jam lalu

Tank Merkava Israel Tembak Posisi Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Internasional
13 jam lalu

Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran

Internasional
1 hari lalu

Duh, 21 Warga Gaza Meninggal Dunia akibat Kedinginan Parah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal