Aung San Suu Kyi (Foto: AFP)
Anton Suhartono

YANGON, iNews.id - Kepolisian Myanmar menuntut pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi atas tuduhan mengimpor peralatan komunikasi secara ilegal. Dia ditahan hingga 15 Februari untuk menjalani penyelidikan.

Dikutip dari Reuters, Rabu (3/2/2021), tentara menggeledah rumah Suu Kyi di Ibu Kota Naypyitaw dan menemukan radio walkie talkie. Disebutkan, peralatan radio itu diimpor secara ilegal dan digunakan tanpa izin.

Dokumen kepolisian meminta pengadilan untuk menahan Suu Kyi guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), sebelumnya menyatakan, kantor di berbagai wilayah digerebek dan mendesak pihak berwenang menghentikan tindakan melanggar hukum itu.

Sebuah dokumen terpisah mengungkap, polisi juga mengajukan tuntutan kepada presiden yang digulingkan, Win Myint, atas pelanggaran Undang-Undang Manajemen Bencana.

Suu Kyi sempat menjalani tahanan rumah selama 15 tahun yakni pada 1989 sampai 2010 saat dia memimpin gerakan demokrasi. Reputasinya di dalam meroket sejak itu, namun di luar negeri dia dituduh ikut bertanggung jawab atas pembantaian muslim Rohingya.

Perempuan 75 tahun itu ditangkap bersama para pejabat serta pimpinan NLD pada Senin dini hari. Beberapa jam setelah itu militer mengumumkan pengambilalihan kekuasaan dari Suu Kyi dan menerapkan keadaan darurat selama setahun. Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Ming Aung Hlaing didapuk mengambil alih kekuasaan sampai pemerintahan selanjutnya terbentuk usai pemilu.



Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT