Presiden Erdogan Akhiri Status Darurat Turki

Nathania Riris Michico
Turki mengakhiri status keadaan darurat yang sudah berlangsung selama dua tahun. (Foto: Reuters)

ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki secara resmi mengakhiri status keadaan darurat yang diberlakukan dua tahun lalu setelah upaya kudeta yang gagal. Keputusan itu diumumkan Pemerintah Turki, beberapa pekan setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan memenangkan pilpres.

Ada pilihan untuk memperpanjang status tersebut mengingat sebelumnya Turki pernah melakukan hal serupa selama tujuh bulan. Namun, kali ini Turki memilih mengakhirinya.

Di bawah status darurat, Pemerintah Turki menahan puluhan ribu orang dan memecat ratusan ribu pegawai negeri dan polisi.

Berdasarkan catatan resmi dari berbagai lembaga swadaya masyarakat, lebih dari 107.000 orang didepak dari pekerjaan di sektor publik dan lebih dari 50.000 orang dipenjara atau sedang menanti persidangan.

Sebagian besar dari mereka dituduh mendukung Fethullah Gulen, mantan sekutu Erdogan yang kini mengasingkan diri ke Amerika Serikat. Turki menuding Gulen dan para pengikutnya menjadi dalang kudeta pada 2016, namun dia membantahnya.

Dalam kudeta itu, parlemen Turki dibombardir oleh pesawat militer dan menyebabkan lebih dari 250 orang tewas.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
10 hari lalu

Terungkap! Pakistan, Mesir dan Turki Diam-Diam Berusaha Damaikan AS-Iran

Nasional
11 hari lalu

Silaturahmi Lebaran, Presiden Prabowo Telepon Erdogan hingga MBS

Internasional
11 hari lalu

Dihujani Rudal, Negara-Negara Arab Kirim Peringatan Terakhir untuk Iran

Internasional
12 hari lalu

Turki: Israel Tak Ingin Ada Perdamaian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal