Puluhan Warga Iran Dilarang Masuk dan Diinterogasi Berjam-jam di Perbatasan AS

Nathania Riris Michico
Mobil patroli di perbatasan AS dan Kanada. (FOTO: AFP)

LOS ANGELES, iNews.id - Puluhan warga Iran dan Iran-Amerika Serikat (AS) melaporkan dilecehkan atau diinterogasi selama berjam-jam di perbatasan AS, menyusul meningkatnya ketegangan terkait pembunuhan terhadap Jenderal Iran Qasem Soleimani.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), sebuah kelompok advokasi Muslim, menyatakan memberikan bantuan kepada lebih dari 60 orang yang ditahan lama pada akhir pekan. Pandangan politik mereka dipertanyakan di perbatasan negara bagian Washington dan Kanada.

Banyak dari mereka dilaporkan ditolak masuk ke AS karena kurangnya kapasitas Custom and Border Patrol (CBP) untuk menahan mereka.

Seorang warga berusia 24 tahun yang hanya diidentifikasi sebagai Crystal oleh CAIR menyatakan, dia ditahan dan diinterogasi selama lebih dari 10 jam dengan keluarganya di Peace Arch Border Crossing di Blaine, Washington, sebelum dibebaskan Minggu pagi.

Dia mengatakan ketika keluarga bertanya mengapa mereka ditahan, agen CBP berkata, "Ini waktu yang salah untuk kalian."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

57 tahun lalu

Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setujui Hampir Seluruh Tuntutan AS untuk Berdamai

57 tahun lalu

Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal