Ratusan Ribu Perempuan AS Kecam Kebijakan Pemerintah di Women's March

Nathania Riris Michico
Ribuan perempuan melakukan aksi Women's March di Washington (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Ratusan ribu perempuan di Amerika Serikat (AS) melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. Aksi yang disebut Women's March ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas berbagai kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir Reuters, Minggu (21/1/2018), aksi unjuk rasa ini tersebar di wilayah-wilayah seperti Washington, New York, Los Angeles, Chicago dan 250 kota lainnya. Ratusan ribu pendemo ini memprotes kebijakan Trump yang dinilai merendahkan perempuan.

"Suara Anda adalah alat paling ampuh untuk pribadi Anda," kata salah satu aktris ternama AS, Eva Longoria dalam demonstrasi di Los Angeles.

"Semua orang yang memiliki hak istimewa untuk memilih apa yang harus melakukannya," ujar Longoria.



Wakil Walikota Los Angeles Eric Garcetti memperkirakan unjuk rasa ini diikuti lebih dari 600.000 warga. Dia menyebut aksi ini menjadi salah satu yang terbesar yang pernah terjadi di AS.

Di Washington, diperkirakan hampir 2 juta orang berpartisipasi dalam aksi Women's March. Aksi ini tidak hanya diramaikan oleh warga sipil, namun juga kalangan artis-artis papan atas asal AS, ibu rumah tangga, penyanyi, pegawai swasta hingga anak-anak.

Di Chicago, ribuan demonstran kebanyakan berkumpul di Grant Park, dengan membawa berbagai atribut seperti kertas dengan slogan seperti "Wanita kuat yang membesarkan wanita yang kuat."

Saat ini para pejabat telah menempatkan ukuran kerumunan di antara 200.000 dan 300.000, dan penyelenggara mengatakan bahwa itu berada di ujung yang lebih tinggi dan sedikit lebih besar dari pada demonstrasi 2017.



Michelle Saunders, 41, seorang salesman perangkat lunak dari Des Plaines, Illinois, menghadiri demonstrasi dengan putrinya yang berusia 14 tahun, Bailey. Mereka menghadiri pawai tahun lalu.

"Kami tidak senang dengan pemerintahan sekarang dan apa artinya ini semua, kami ingin suara kami didengar," kata Michelle Saunders (41), salah satu demonstran yang ikut tersebut.

Beberapa aktivis menyerukan bahwa kebijakan Trump tidak melindungi wanita dan memicu aksi Women's March ini.

Selain di AS, aksi Women's March juga dilakukan di negara-negara lain. Di Eropa, ratusan ribu perempuan berunjuk rasa di London, Berlin, Paris, Roma, Wina, Jenewa, dan Amsterdam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Trump Klaim AS Hanya Butuh Waktu 1 Jam Kalahkan Iran

Internasional
15 jam lalu

Trump Deklarasikan Menang Perang Lawan Iran

Internasional
18 jam lalu

Iran Bantah Rencanakan Pembunuhan Trump

Internasional
2 hari lalu

140 Tentara AS Luka Selama Perang Lawan Iran, 8 Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal