Rusia Ancam Balas Sanksi Negara Barat: Cepat dan Keras!

Anton Suhartono
Rusia mengancam akan jatuhkan sanksi yang cepat dan keras sebagai pembalasan kepada Barat (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Rusia memperingatkan negara-negara Barat akan ada pembalasan atas sanksi yang dijatuhkan terhadap negaranya. Disebutkan sanksi dari Rusia akan datang cepat dan memberikan dampak besar pada wilayah-wilayah sensitif dari negara Barat.

Ekonomi Rusia menghadapi krisis paling parah akibat sanksi dari Barat sebagai respons atas invasi ke Ukraina. Ini akan menjadi krisis paling parah bagi Rusia sejak kejatuhan Uni Soviet pada 1991, melumpuhkan hampir semua sistem keuangan dan perusahaan negara itu.

"Reaksi Rusia akan cepat, keras, dan sensitif bagi mereka yang terkena," kata Direktur Departemen Kerja Sama Ekonomi Kementerian Luar Negeri Rusia, Dmitry Birichevsky, seperti dikutip dari kantor berita RIA, Rabu (9/3/2022).

Rusia beberapa hari lalu memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga lebih dari 300 dolar AS per barel jika Amerika Serikat dan Uni Eropa melarang impor minyak mentah dari negaranya. 

Presiden Amerika Sertkat (AS) Joe Biden memberlakukan larangan impor minyak Rusia serta energi lainnya sebagai pembalasan atas invasi ke Ukraina.

Inggris juga akan meningkatkan produksi minyak dan gas setelah mengumumkan larangan impor minyak Rusia dari mulai akhir tahun ini. Negara itu akan menghapus impor minyak dan produk minyak Rusia serta mempertimbangkan untuk tak lagi menerima pasokan gas alam.

"Kami di Inggris beruntung, tidak terlalu banyak membeli minyak dan gas Rusia secara proporsional. Kami memproduksi sendiri dan akan meningkatkannya," kata Menteri Perhubungan Inggris Grant Shapps.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal