Rusia Tangkap 2 Tentara Bayaran Asal AS di Ukraina, Begini Reaksi Gedung Putih 

Umaya Khusniah
Alexander John-Robert Drueke (39) dari Tuscaloosa, Alabama dan Andy Tai Ngoc Huynh (27) dari Hartselle, Alabama. (Foto: The Telegraph)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) terus mendalami informasi adanya dua warga yang ditangkap di Ukraina karena membantu Kiev melawan Rusia. Gedung Putih pada Rabu (15/6/2022) terus memperingatkan warganya agar tidak bepergian dan berperang ke Ukraina. 

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby mengatakan, pemerintahan Biden tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi laporan tersebut. Namun dia menegaskan, jika hal itu benar, pemerintah akan melakukan segala cara untuk bisa membebaskan keduanya.

"Jika benar, kami akan melakukan segala cara untuk membawa mereka kembali ke rumah dengan selamat," katanya. 

Dia menambahkan, jika ada warganya ingin memberikan dukungan dan bantuan untuk Ukraina, maka ada cara lain yang bisa dilakukan. Hal lain itu pun dinilai lebih aman namun sama efektifnya daripada pergi ke Ukraina. 

Dilaporkan sebelumnya,  Alexander John-Robert Drueke (39) dari Tuscaloosa, Alabama dan Andy Tai Ngoc Huynh (27) dari Hartselle, Alabama, telah hilang selama hampir seminggu. Mereka dilaporkan bertempur bersama pasukan Ukraina di timur laut negara itu.

Rusia telah mendesak untuk merebut wilayah timur yang dikenal sebagai Donbass sejak April setelah gagal merebut ibu kota, Kiev dan menarik pasukannya dari Ukraina utara. Setidaknya 4.452 warga sipil telah tewas dan 5.531 terluka di Ukraina sejak Rusia memulai perangnya mulai 24 Februari. PBB meyakini jumlah korban lebih tinggi dari yang dilaporkan.
 
Lebih dari 6,98 juta orang telah melarikan diri ke negara lain. Sementara 7,7 juta orang harus mengungsi.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
2 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
3 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
3 hari lalu

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal