Sadis, Bayi 2 Bulan Dipukuli Ayahnya Hingga Tewas karena Menangis

Nathania Riris Michico
Ilustrasi anak bayi meninggal.

TOKYO, iNews.id - Pria berusia 20 tahun di Jepang ditangkap polisi karena menyiksa anaknya yang masih berusia 2 bulan. Dia kesal karena anaknya yang masih bayi tidak bisa berhenti menangis.

Dilansir Japan Today, Jumat (9/3/2018), polisi menangkap tersangka, Koki Kobayashi, karena diduga menyerang anak perempuannya yang masih bayi di rumah mereka di Adachi Ward, Tokyo. Menurut polisi, pelaku yang merupakan seorang tukang kayu memukul puteranya, Noa, di sekitar kepala beberapa kali pada 22 Februari.

Fuji TV melaporkan, pada 25 Februari Noa sakit dan ibunya menelepon petugas layanan darurat untuk meminta bantuan. Noa dilarikan ke rumah sakit dan tak lama kemudian meninggal.

Bayi malang tersebut dinyatakan meninggal akibat pendarahan di bagian kepala.

Pihak rumah sakit segera memberi tahu polisi tentang penganiayaan anak yang diduga dilakukan orangtua Noa. Pasalnya, memar biru kehitaman juga ditemukan di bagian lain tubuh Noa dan polisi meyakini bayi tersebut telah disiksa.

Polisi mengatakan, Kobayashi mengakui tuduhan tersebut. Pelaku beralasan putrinya terus menangis dan menyebabkan dia tidak bisa tidur, sehingga dia memukulnya.

Pelaku juga mengatakan tidak berniat untuk membunuh anaknya. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan menahan Kobayashi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Menggemaskan! Kucing Ini Dilantik sebagai Kepala Stasiun di Jepang

Internasional
7 hari lalu

Top! Tuna Sirip Biru Laku Terjual Rp54 Miliar dalam Lelang di Tokyo

Seleb
10 hari lalu

Panas! Bebizie Meradang usai Dituduh Flexing Liburan ke Jepang

Seleb
10 hari lalu

Anggota DPRD Bebizie Pamer Tas Hermes Rp250 Jutaan saat Liburan di Jepang, Ini Fotonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal