Siswa SMA Tega Bunuh Adik Kelasnya agar Ujian Ditunda

Anton Suhartono
Sekolah pelaku pembunuhan di India menjadi sasaran amuk orangtua siswa yang marah (Foto: NDTV)

NEW DELHI, iNews.id – Seorang siswa SMA di India tega membunuh adik kelasnya dengan harapan kematiannya bisa menunda pelaksanaan ujian dan pembagian raport. Pembunuhan ini terjadi pada September lalu di sebuah sekolah swasta dekat New Delhi.

Namun remaja berusia 16 tahun itu baru ditangkap polisi pada Rabu 8 November 2017. Pasalnya, polisi awalnya menduga bahwa pembunuh korban adalah seorang kondektur bus dengan motif pelecehan seksual atau sodomi.
Namun Pusat Penyelidik Federal (CBI) mengungkap adanya bukti baru yang mengarah bahwa pelakunya adalah kakak kelas korban. Dia memiliki kelemahan dalam akademis.

"Saat diinterogasi dia mengaku ingin sekolah ditutup sehingga ujian dan pembagian raport ditunda," kata juru bicara Pusat Penyelidik Federal, RK Gaur, seperti dikutip dari AFP, Kamis (09/11/2017).

Pelaku yang identitasnya tidak diungkap itu akan dititipkan ke rumah tahanan remaja sampai sidang digelar.
Namun kondektur bus tetap ditahan sampai kasus ini terkuak atau sampai sidang berakhir.

Korban merupakan siswa kelas 2 SD yang masih berusia tujuh tahun. Dia berbeda jenjang pendidikan namun masih dikelola oleh yayasan yang sama. Kasus ini sempat menjadi headline nasional dan membuat khawatir para orang tua akan perilaku kriminal para siswa. Apalagi cara pelaku membunuh korban terbilang sadis yakni menyilet tenggorokannya.

Sekolah-sekolah swasta mewah tumbuh subur di India seiring meningkatnya jumlah kelas menengah. Kebanyakan sekolah ini sangat menekankan pada aspek kualitas akademis. Dampaknya, para siswa pun mendapat tekanan dari sekolah agar mendapat nilai yang baik. Inilah yang membuat para siswa stres bahkan menderita gangguan kejiwaan parah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
5 hari lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Nasional
6 hari lalu

Purbaya Ungkap Impor 105.000 Pikap untuk Kopdes Pakai Dana Desa, Tak Bebani Fiskal

Nasional
6 hari lalu

Respons Agrinas Diminta Tunda Impor 105.000 Pikap dari India: Kami Taat Perintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal