TEL AVIV, iNews.id - Perilisan jutaan dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) bukan hanya mengguncang elite global, tapi juga membuka kembali rivalitas politik lama di Israel.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melontarkan serangan keras terhadap pendahulunya, Ehud Barak. Nama Barak disebut dalam dokumen terkait sang predator seks anak tersebut.
Bagi Netanyahu, kemunculan nama Barak dalam dokumen Epstein bukan sekadar isu masa lalu. Dia menjadikannya momentum untuk menegaskan narasi lama, Barak disebut sebagai aktor yang terus berupaya melemahkan pemerintahannya selama lebih dari 2 dekade.
Dalam pernyataan di media sosial X, Netanyahu menyebut hubungan Epstein dengan Barak tidak membuktikan adanya keterlibatan Israel, namun justru memperlihatkan peran personal Barak yang dinilainya bermasalah.
Netanyahu bahkan menuding Barak secara obsesif berusaha merusak demokrasi Israel sejak kekalahan pemilu yang dialaminya lebih dari 20 tahun lalu.
“Barak bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis untuk menggulingkan pemerintah yang sah,” tulis Netanyahu.
Perseteruan Netanyahu dan Barak memang sudah lama menjadi bagian dari lansekap politik Israel. Barak, yang menjabat Perdana Menteri pada 1999-2001, dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal Netanyahu. Dalam beberapa tahun terakhir, Barak secara terbuka menyerukan penggulingan pemerintahan Netanyahu, terutama terkait kebijakan kontroversial reformasi peradilan dan penanganan konflik Gaza.