Tak Dapat Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Bayinya Sejauh 5 Km

Anton Suhartono
Pria di India gendong jasad bayinya sejauh 5 km karena tak mendapat ambulans (Foto: The Hindustan Times)

NEW DELHI, iNews.id - Sudah dirundung duka karena kehilangan anak yang baru lahir, pria di India ini dihadapkan dengan kenyataan pahit. Permintaan pria bernama Manoj Bhuiya itu untuk mendapat pinjaman ambulans tak bisa dipenuhi rumah sakit, sehinngga dia harus menggendong bayinya ke krematorium berjarak sekitar lima kilometer.

Peristiwa ini terjadi di Kota Latehar, Jharkhand, pada Selasa (7/8/2018). Istrinya, Reema Devi, melahirkan di rumah sakit pemerintah di Latehar, namun bayinya meninggal.

Bhuiya diminta membawa sendiri jasad bayinya, sementara istrinya tetap dirawat di rumah sakit untuk pemulihan.

"Saya diminta meninggalkan istri di rumah sakit untuk perawatan lalu membawa jasad bayi ini ke tempat kremasi. Saat saya minta ambulans, pihak rumah sakit mengatakan tidak bisa membantu," ujarnya, dikutip dari IANS, Kamis (9/8/2018).

Sementara itu pejabat rumah sakit Latehar, Raju Kashap, mengatakan, pihaknya memang tidak menyediakan ambulans untuk membawa mayat.

Ada perusahaan layanan ambulans 108, tapi kendaraan mereka juga tidak untuk mengangkut jenazah. Sedangkan menggunakan ambulans swasta harus menyewa dengan harga cukup mahal.

Ini bukan kejadian pertama warga di India menderita karena tidak ada ambulans. Pada Senin lalu, di Negara Bagian Hazaribagh, seorang ayah harus menggendong putrinya yang sekarat ke rumah sakit. Dia menghabiskan waktu 1,5 jam untuk membawa putrinya yang luka berat karena digigit ular. Sesampainya di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
6 hari lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Nasional
6 hari lalu

Purbaya Ungkap Impor 105.000 Pikap untuk Kopdes Pakai Dana Desa, Tak Bebani Fiskal

Nasional
6 hari lalu

Respons Agrinas Diminta Tunda Impor 105.000 Pikap dari India: Kami Taat Perintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal