TEHERAN, iNews.id - Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan tindakan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutu telah membahayakan keamanan di Selat Hormuz. Dia menuding AS mengganggu pelayaran dan transit kapal-kapal di Selat Hormuz dengan melanggar gencatan senjata dan memberlakukan blokade.
"Persamaan baru di Selat Hormuz sedang dalam proses konsolidasi," kata Ghalibaf, dalam posting-an di media sosial X, Selasa (5/5/2026).
Dia menegaskan, tindakan AS yang menyerang dan memblokade kapal-kapal Iran di jalur perairan penting bagi dunia itu tidak bisa dibiarkan.
AS memberlakukan blokade maritim terhadap seluruh pelabuhan dan pelayaran Iran di Selat Hormuz sejak 13 April.
Kemudian pada Senin (4/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan inisiatif "Proyek Kebebasan", mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz untuk melintasinya dengan aman.
Namun Iran membantah ada kapal yang bisa melintasi Selat Hormuz di luar izinnya.