Terungkap! Pangeran MBS Telepon Trump, Minta Bantuan AS Serang Houthi tapi Ditolak

Anton Suhartono
Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) untuk menyerang kelompok Houthi Yaman (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), untuk menyerang kelompok Houthi di Yaman.

Portal berita Axios, mengutip beberapa sumber  pejabat AS, melaporkan MBS menelepon Trump dua kali pada Kamis (10/9/2026) untuk mendesak serangan terhadap Houthi.

Namun para pejabat mengatakan, Trump menolak permintaan itu. Mereka menjelaskan, AS tidak memiliki rencana saat untuk ikut campur secara langsung dalam konflik melawan Houthi.

Saudi semakin khawatir dengan konflik di Yaman yang telah meluas ke wilayahnya, terutama kota-kota yang berbatasan dengan Yaman. Otoritas Saudi dalam beberapa hari terakhir mengeluarkan sirine peringatan serangan udara dari arah Yaman di kota-kota perbatasan, seperti Abha.

Selain itu konflik dengan Houthi memicu kekhawatiran baru mengenai potensi pemblokaden Selat Bab Al Mandab yang bisa menghambat ekspor minyak negara itu.

Pejabat Houthi, Khuzam al Assad, pada Kamis kemarin mengatakan kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, kelompoknya telah menguasai Kota Mocha dan seluruh pulau di Laut Merah dari kendali pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pulau Mocha hanya berjarak sekitar 80 km dari Selat Bab Al Mandab, memicu spekulasi pemblokaden jalur perairan strategis itu semakin dekat. Apalagi, ratusan personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan telah dikirim ke Yaman untuk membantu Houthi jika eskalasi terus meningkat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Trump Klaim AS kini Produsen Minyak Terbesar di Dunia

5 jam lalu

Iran Kirim Ratusan Personel Garda Revolusi ke Yaman, Segera Blokade Selat Bab Al Mandab?

6 jam lalu

Jelang Pemilu Paruh Waktu AS, Trump Tak Tidur

7 jam lalu

Kapan Perang AS Vs Iran Berakhir? Ini Jawaban Terbaru Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal