Thailand-Kamboja Saling Gempur Abaikan Deklarasi Damai, Ini Komentar Amerika

Anton Suhartono
Pemerintahan Donald Trump prihatin dengan bentrokan bersenjata dan jatuhnya korban jiwa yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya angkat bicara mengenai konflik bersenjata yang kembali pecah antara Thailand dan Kamboja. Kedua negara meneken Deklarasi Damai pada akhir Oktober disaksikan langsung oleh Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan pemerintahan Trump prihatin dengan bentrokan bersenjata dan jatuhnya korban jiwa yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand.

Dia mendesak kedua negara segera menghentikan permusuhan serta kembali ke perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pemimpin kedua negara, yakni Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet, di Kuala Lumpur.

"Kami sangat mendesak penghentian segera permusuhan, perlindungan warga sipil, dan agar kedua pihak kembali ke langkah-langkah de-eskalasi yang diuraikan dalam Deklarasi Damai Kuala Lumpur 26 Oktober," ujar Rubio, dikutip dari Sputnik, Rabu (10/12/2025).

Anutin sebelumnya menegaskan Thailand telah menarik diri dari Deklarasi Damai tersebut dan tidak mengakui lagi AS dan Malaysia sebagai mediator. Pemerintahannya akan menyelesaikan konflik ini secara bilateral dengan Kamboja.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
18 menit lalu

Kapan Prabowo Bertemu Trump Bahas Tarif Dagang RI-AS? Ini Bocoran Seskab Teddy

Nasional
5 jam lalu

JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza

Nasional
6 jam lalu

Airlangga Ungkap Nego Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Finalisasi Dokumen

Internasional
23 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal