Trump Minta Akun Twitter yang Ditangguhkan sejak Januari Dibuka Kembali

Umaya Khusniah
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Ist)

NEW YORK, iNews.id - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta pengadilan federal memaksa Twitter membuka kembali akunnya yang ditangguhkan. 

Pengacara Trump mengajukan perintah terhadap Twitter dan CEO Jack Dorsey di pengadilan federal di negara bagian Florida. Trump beralasan, perusahaan media sosial itu dipaksa untuk menangguhkan akunnya oleh anggota Kongres AS.

"Twitter menjalankan tingkat kekuasaan dan kontrol atas wacana politik di negara ini yang tak terukur, secara historis belum pernah terjadi sebelumnya," kata pengacaranya seperti dilansir dari Anadolu, Minggu (3/10/2021).

Twitter, YouTube, dan Facebook secara permanen menangguhkan akun Trump pada 6 Januari 2021. Dia dituduh berkontribusi pada kerusuhan di gedung Capitol dan penyimpangan dalam pemilihan presiden AS 2020.

Sebelum dia diblokir, Trump memiliki lebih dari 88 juta pengikut di Twitter. Hal itu dia manfaatkan untuk berkoar-koar. 

Twitter menolak mengomentari pengajuan tersebut. 

Pada bulan Juli Trump menggugat Twitter, Facebook Inc dan Google Alphabet Inc, serta kepala eksekutif mereka. Trump menuduh mereka secara tidak sah membungkam sudut pandang konservatif.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
14 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Nasional
2 hari lalu

Prabowo Diundang Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza di AS, bakal Hadir?

Nasional
2 hari lalu

Dewan Pers Sebut Media Mainstream Masih Jadi Referensi Masyarakat, Ini Buktinya

Internasional
4 hari lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal