Trump Sambut Baik Pakta Pertahanan Makkah: Langkah Berani!

Anton Suhartono
Donald Trump menyambut baik Pakta Pertahanan Makkah yang diteken Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada 7 Agustus (Foto: SPA)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut baik Pakta Pertahanan Makkah yang diteken Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada awal bulan ini.

Trump, dalam posting-an di akun Truth Social, Minggu (16/8/2026), menyebut perjanjian keamanan itu sebagai langkah pertama yang besar, berani, dan penting guna mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan.

Trump mengaku sangat senang ketiga negara menandatangani Pakta Pertahanan Bersama Makkah. Kesepakatan tersebut menunjukkan Timur Tengah bersatu yang memungkinkan mereka untuk membela diri dengan cara lebih bermakna.

Pakta Pertahanan Makkah ditandatangani pada 7 Agustus di Kota Makkah oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Isi perjanjian mengungkap, serangan bersenjata terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut, mirip dengan Pasal 5 NATO.

Perjanjian juga menyebutkan tiga negara mayoritas Muslim Sunni itu memiliki peran penting secara strategis: Arab Saudi merupakan kekuatan di Teluk terkemuka serta produsen minyak utama; Turki memiliki angkatan darat terbesar kedua di NATO dan industri pertahanan yang berkembang; dan Pakistan negara yang memiliki senjata nuklir.

Pakta Pertahanan Makkah diteken bertujuan untuk memperkuat pencegahan kolektif dan memperluas kerja sama pertahanan. Perjanjian tersebut juga bukan dimaksudkan untuk melawan Iran dan kelompok-kelompok proksinya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Hindari Lokasi Rawan

1 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal