WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara blak-blakan menyatakan dukungan penuh kepada Benjamin Netanyahu untuk kembali menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Israel dalam pemilu parlemen pada 27 Oktober mendatang.
Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai mitra yang diinginkan AS dari Israel. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan Washington terhadap pemimpin sayap kanan itu menjelang pemilihan yang akan menentukan kelanjutan kekuasaannya.
"Inilah mitra yang diinginkan Amerika Serikat dari Israel, negara yang telah sering dibantu. Mohon izinkan surat ini untuk mewakili dukungan penuh dan total saya untuk Bibi Netanyahu dalam pemilu sebagai Perdana Menteri Israel mendatang," tulis Trump di akun Truth Social, dikutip Senin (19/10/2026)..
Pernyataan tersebut menjadi komentar terbaru Trump mengenai pemilu Israel. Sebelumnya, Presiden AS itu terkesan enggan memberikan dukungan terbuka kepada Netanyahu, politisi sayap kanan yang menghadapi tekanan politik di dalam negeri.
Pemilu parlemen Israel pada 27 Oktober mendatang menjadi momen penting bagi partai Netanyahu dan sekutunya. Pemilihan ini merupakan yang pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 mengguncang Israel dan memicu perang di Gaza.
Hasil pemilu akan menentukan apakah Netanyahu mampu mempertahankan kekuasaannya atau justru dikalahkan kubu oposisi yang menjanjikan era baru bagi Israel.
Dukungan Trump berpotensi menjadi modal politik bagi Netanyahu menjelang pemungutan suara. Namun, pernyataan tersebut tidak serta-merta menjamin kemenangan sang perdana menteri, mengingat hasil pemilu tetap bergantung pada pilihan pemilih Israel dan persaingan dengan kubu oposisi.