WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Kuba akan menjadi target serangan berikutnya setelah Iran. Trump beberapa kali mengancam akan menyerang Kuba setelah menuding negara itu bertanggung jawab atas masuknya narkoba ke AS.
Dia membanggakan keberhasilan operasi militer AS terhadap Venezuela hingga menggulingkan Nicolas Maduro dari jabatannya sebagai presiden, bahkan kini mengadilinya. Kini, Venezuela dipimpin oleh pengganti Maduro yang mau berkerja sama dengan AS.
Trump juga membanggakan serangan terhadap Iran yang dianggap sebagai keberhasilan, meski perang belum berakhir. Bahkan Iran mengalami banyak kemajuan, termasuk mengendalikan penuh Selat Hormuz, jalur perairan penting bagi distribusi 20 persen minyak dunia.
"Saya membangun militer yang hebat ini. Saya mengatakan, 'Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya', tapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya," kata Trump, saat pertemuan Future Investment Initiative (FII) di Miami, Florida, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (29/3/2026).
Meski demikian, Trump tiba-tiba merasa tidak yakin dengan apa yang disampaikannya.
"Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saja saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, abaikan pernyataan itu," ujarnya.