Turki siap menerima Finlandia dan Swedia gabung NATO dengan sejumlah syarat (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

ANKARA, iNews.id - Turki siap memberi persetujuan bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung NATO, namun dengan sejumlah syarat. Di antara syarat yang diberikan yakni pencabutan sanksi atas pembelian rudal pertahanan S-400 Rusia.  

Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pernyataannya pada Senin lalu mengatakan, Turki tidak menyetujui keanggotaan Swedia dan Finlandia karena dua negara tersebut memberlakukan sanksi terhadap negaranya pada 2019. Keduanya juga menolak mengekstradisi orang-orang Kurdi yang dianggap Turki bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi yang masuk dalam daftar teroris.

Tiga pejabat senior Turki mengatakan, Swedia dan Finlandia mengakui milisi Kurdi, baik di dalam Turki maupun di Suriah dan Irak. Turki ingin Finlandia dan Swedia juga memasukkan PKK sebagai organisasi teroris.

Lebih lanjut Turki mengajukan syarat agar negara-negara Eropa, termasuk Finlandia dan Swedia, mengakhiri pembatasan ekspor senjata terhadap negaranya. Pembatasan ekspor senjata yang diberlakukan negara Eropa itu terkait dengan Operation Peace Spring di Suriah pada 2019.

Operasi itu bertujuan untuk mendorong Pasukan Pertahanan Kurdi (YPG) menjauh dari perbatasan dan menciptakan zona aman agar bisa mendorong kembali pengungsi Suriah kembali ke wilayah mereka. YPG juga masuk dalam daftar teroris Turki.

Selain itu Amerika Serikat harus mencabut sanksi terkait pembelian rudal S-400 buatan Rusia. Turki juga memberikan syarat lain, yakni dimulainya kembali program produksi pesawat tempur F-35. Turki dikeluarkan dari program itu atas keputusannya membeli rudal pertahanan S-400.

Turki juga mendesak AS mengizinkan pembelian puluhan pesawat F-16 dan meng-upgrade armada yang sudah ada.



Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT