TOKYO, iNews.id - Kaisar baru Jepang, Naruhito, menyatakan penyesalan mendalam atas masa lalu negara itu dan berdoa bagi perdamaian dunia, Kamis (15/8/2019). Dia mengulang pesan dari ayahnya, Akihito, saat sambutan upacara tahunan yang menandai penyerahan diri Jepang dalam Perang Dunia II.
Naruhito (59) menjadi raja pertama Jepang yang lahir setelah perang. Dia mewarisi takhta pada Mei. Ayahnya, Akihito, turun takhta dengan mengundurkan diri; pertama kalinya dilakukan oleh seorang kaisar Jepang dalam dua abad.
"Melihat kembali periode panjang perdamaian pasca-perang, merefleksikan masa lalu kita, dan mengingat perasaan penyesalan yang mendalam, saya sungguh berharap bahwa kerusakan akibat perang tidak akan pernah terulang," kata Kaisar Naruhito, seperti dilaporkan Reuters.
"Bersama dengan semua warga, saya memberikan penghormatan sepenuh hati kepada semua orang yang kehilangan nyawa dalam perang dan berdoa bagi perdamaian dunia dan pengembangan lebih lanjut dari negara kita," kata Naruhito, menyampaikan pesan yang sama yang pernah disampaikan ayahnya.
Naruhito merupakan cucu Kaisar Hirohito, yang merupakan tentara Jepang yang ikut bertempur di Perang Dunia II.