Waduh, PM Inggris Rishi Sunak Diselidiki terkait Bisnis Istrinya

Anton Suhartono
Rishi Sunak diselidiki komite parlemen Inggris terkait bisnis istrinya (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id - Komisioner Standard, lembaga yang mengawasi anggota parlemenInggris, membuka penyelidikan terhadap Perdana MenteriRishi Sunak. Hal itu diketahui dari daftar pengumuman yang dirilis dalam situs web lembaga. Komisioner Standard bertanggung jawab dalam memantau penerapan kode etik anggota parlemen House of Commons, termasuk menyelidiki dugaan pelanggaran.

Dalam daftar tersebut disebutkan masalah yang sedang diselidiki terkait "deklarasi kepentingan". Penyelidikan terhadap Sunak dimulai pada 13 April.

Berdasarkan kode etik, semua anggota parlemen diminta untuk memberikan informasi terkait seluruh kepentingan keuangan yang kemungkinan dianggap orang lain bisa memengaruhi tindakan, pernyataan, atau suara anggota parlemen atau tindakan yang mereka ambil dalam kapasitas sebagai anggota parlemen.

Seorang juru bicara Sunak menjelaskan, penyelidikan itu terkait kepemilikan saham sang istri, Akshata Murthy, di sebuah perusahaan pengasuhan anak.

"Kami dengan senang hati membantu Komisioner untuk mengklarifikasi bagaimana hal ini dinyatakan secara transparan sebagai kepentingan menteri," kata juru bicara, dikutip dari Reuters, Senin (17/4/2023).

Kubu oposisi dari Partai Demokrat Liberal menyerukan penyelidikan setelah laporan media mengungkap Murthy merupakan pemegang saham perusahaan pengasuhan anak. Masalahnya, perusahaan itu berpotensi mendapat keuntungan dari kebijakan pemerintah terkait pendanaan untuk pengasuhan anak. Kebijakan itu baru diumumkan dalam anggaran pemerintah pada Maret.

Jika hasil penyelidikan menyatakan Sunak melanggar kode etik, komisioner berhak memintanya untuk mengakui perbuatan serta meminta maaf atas pelanggaran tersebut. Namun bisa saja dampaknya lebih serius, yakni dirujuk ke komite yang memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi lain, termasuk permintaan maaf lisan atau tertulis, penangguhan gaji, penangguhan dari mendapat fasilitas sebagai anggota parlemen untuk jangka waktu tertentu, bahkan dikeluarkan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Rusuh! PM Kosovo Dilempar Telur saat Sidang Parlemen

18 hari lalu

Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran

19 hari lalu

Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Inggris, Sebut Kaki-Tangan AS

19 hari lalu

Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal