WHO Minta Semua Negara Tangguhkan Vaksinasi Booster, Ini Alasannya

Anton Suhartono
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan penangguhan suntikan Covid-19 booster setidaknya sampai akhir September 2021. Sebagian negara telah memulai suntikan booster bagi pengguna yang mendapatkan dua dosis, umumnya diberikan kepada kelompok rentan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penangguhan ini bertujuan untuk memastikan setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara sudah mendapatkan vaksinasi penuh, sehingga terjadi pemerataan.

"Saya memahami keprihatinan pemerintah semua negara untuk melindungi warganya dari varian Delta. Namun kami tidak bisa menerima negara-negara yang sudah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global, menggunakannya lebih banyak lagi," kata Tedros, dikutip dari Reuters, Rabu (4/8/2021).

Direktur vaksin WHO Katherine O'Brien menambahkan, program suntikan dosis pertama dan kedua perlu diprioritaskan kepada kelompok paling rentan akan penyakit parah. Mereka harus dipastikan mendapatkannya sebelum pemerintah menggelar booster.

"Kita perlu fokus pada orang-orang paling rentan, paling berisiko terkena penyakit parah dan kematian, untuk mendapatkan dosis pertama dan kedua," kata O'Brien.

Pekan lalu, Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin Covid-19 sekaligus memulai kampanye pemberian dosis booster kepada kelompok berusia di atas 60 tahun. Ini sebagai upaya Israel untuk memperlambat penyebaran Covid-19 varian Delta yang sedang menjalar di negara itu.

Amerika Serikat pada Juli juga meneken kesepakatan dengan Pfizer serta BioNTech untuk membeli 200 juta dosis vaksin tambahan yang kemungkinan digunakan untuk menyuntik kelompok usia anak-anak serta booster.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
24 jam lalu

Apa Itu Virus Shamonda yang Kini Bisa Menular ke Manusia? Ini Penjelasannya!

12 hari lalu

Menlu Ungkap Alasan RI Ajukan Menkes Budi Gunadi Jadi Calon Dirjen WHO

13 hari lalu

WHO Ungkap Fakta Terbaru Dugaan Wabah Pes Rusia, Bikin Geger!

16 hari lalu

Kasus Pes di Rusia, Kemenkes: Belum Ada Peringatan Khusus dari WHO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal