WHO Sebut 500 Pasien di Suriah Alami Gejala Terpapar Zat Kimia

Anton Suhartono
Anak dan orang dewasa menjalani peratawan di rumah sakit Ghouta Timur akibat terpapar zat kimia pada Februari lalu (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk serangan menggunakan senjata kimia yang terjadi di Douma, Ghouta Timur, Suriah, pada Sabtu pekan lalu.

Temuan badan PBB itu menyebutkan sekitar 500 pasien mengalami gejala konsisten terpapar zat kimia beracun. Jumlah itu didapat dari laporan beberapa rumah sakit dan klinik.

"WHO menuntut akses sesegera mungkin tanpa hambatan untuk memberikan perawatan kepada mereka yang terpapar, untuk mengetahui dampaknya dan untuk memberikan bantuan kesehatan terhadap masyarakat secara komprehensif," kata Wakil Direktur Jenderal WHO untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat, Peter Salama, dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Rabu (11/4/2018).

Lembaga bantuan Amerika Serikat (AS) yang berusaha memberikan pertolongan juga tidak mendapat akses ke sebagian besar wilayah kantong Ghouta Timur, termasuk Douma, tempat serangan gas kimia terjadi. Pemerintah Suriah menolak bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, kelompok bantuan medis Suriah menyatakan setidaknya 70 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka dalam serangan di Douma pada Sabtu 8 April.

Namun Suriah dan Rusia mengklaim tidak ada bukti adanya penggunaan senjata kimia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
13 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Health
24 hari lalu

Kaget! Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kasus Kusta Terbanyak di Dunia

Internasional
29 hari lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Nasional
1 bulan lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal