Wow! Negara Tetangga Indonesia Ini Tambah Belanja Militer Rp520 Triliun, Bikin Rudal hingga Kapal Perang

Ahmad Islamy Jamil
Kapal induk Australia, HMAS Canberra, merapat di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, 25 Oktober 2021. (Foto: ANTARA)

SYDNEY, iNews.id – Australia akan menambah belanja pertahanan sebesar 32 miliar dolar AS (Rp520 triliun) untuk 10 tahun ke depan. Negara tetangga Indonesia itu juga akan merombak program persenjataannya dengan memprioritaskan pengadaan rudal, drone, dan kapal perang, seiring meningkatnya potensi konflik di kawasan Pasifik antara China dan AS.

Penambahan belanja militer itu akan meningkatkan anggaran pertahanan Australia untuk satu dekade yang sebelumnya mencapai lebih dari Rp3.435 triliun. Menurut laporan, anggaran baru tersebut akan ditambahkan setelah lima tahun nanti, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan belanja pertahanan Australia dari 2 persen menjadi 2,4 persen PDB negara itu.

Rencana tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, pada hari ini. Pendanaan baru itu mencerminkan adanya perubahan prioritas Australia dalam strategi pertahanannya, seperti kebutuhan akan rudal jarak jauh. Menurut Canberra, senjata semacam itu diperlukan untuk menghadapi potensi konflik antara China dan Amerika Serikat yang dapat memperburuk kawasan.

“Asumsi optimistis (tentang dunia yang damai) yang memandu perencanaan pertahanan (Australia) setelah berakhirnya Perang Dingin sudah lama hilang,” kata Marles dalam pidatonya pada Rabu (17/4/2024).

“Lingkungan kita ditandai oleh ketidakpastian dan ketegangan persaingan strategis yang sudah mengakar dan meningkat antara Amerika Serikat dan China,” tuturnya.

Dikatakan bahwa lebih dari 40 persen anggaran militer negeri kanguru dialokasikan untuk Angkatan Laut Australia. Dana itu sudah mencakup untuk program peningkatan armada permukaan, program kapal selam bertenaga nuklir AUKUS, serta prioritas lain seperti drone bawah laut Ghost Shark.

Sementara, seperlima anggaran militer Australia akan digunakan untuk program-program terkait rudal. Ke depan, akan ada pengadaan rudal jarak jauh baru untuk Angkatan Udara dan Angkatan Darat Australia, di samping program pertahanan rudal dan produksi senjata berpemandu di dalam negeri kanguru itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
7 hari lalu

Data Terbaru: 81 Pesawat Militer AS Hancur dan Rusak Selama Perang Melawan Iran

17 hari lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

19 hari lalu

Apes! Dua Tentara Israel Tewas di Gaza Kena Serangan Drone Teman Sendiri

23 hari lalu

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal