JAKARTA, iNews.id - Polisi mengimbau masyarakat menghindari sejumlah kawasan di Jakarta yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas akibat aksi demonstrasi pada Kamis (24/9/2026). Kawasan yang perlu diantisipasi antara lain Monas, Gedung DPR/MPR RI, serta Jalan Sudirman-Thamrin.
Imbauan ini disampaikan melalui akun TMC Polda Metro Jaya. Aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
“Kamis, 24 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, masyarakat yang akan melintas di kawasan Jl. Sudirman-Thamrin, Monas, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas,” tulis akun TMC Polda Metro Jaya dikutip, Kamis (24/9/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan, polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Masyarakat diminta menyesuaikan waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif.
“Untuk menghindari kepadatan, masyarakat dapat memilih rute alternatif dan menyesuaikan waktu perjalanan. Arus lalu lintas di kawasan tersebut akan diatur secara situasional sesuai kondisi di lapangan dan arahan petugas,” tulis TMC Polda Metro Jaya.
Selain Monas, DPR/MPR, dan Sudirman-Thamrin, Polda Metro Jaya juga memetakan sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak kepadatan, di antaranya Semanggi, kawasan UOB, dan Senayan. Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel untuk mengantisipasi kondisi lalu lintas di sejumlah titik tersebut.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menggelar Tactical Floor Game (TFG) untuk mematangkan pengamanan aksi. Pembahasan meliputi penempatan personel, pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, komunikasi hingga kendali operasi.
“TFG ini harus bisa menyamakan persepsi dan mematangkan seluruh rencana pengamanan, mulai dari plotting personel, pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, cara bertindak, komunikasi, sampai kendali operasi yang terarah,” kata Asep.
Polda Metro Jaya juga memperkuat komunikasi dengan para koordinator lapangan dan terus memperbarui perkembangan kegiatan. Personel di lapangan diarahkan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan terukur.