JAKARTA, iNews.id - Pemprov DKI Jakarta serius upayakan kesejahteraan para guru. Ini dilakukan dengan meningkatkan anggaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI. Tahun ini pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp367 miliar dari sebelumnya Rp27,9 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto menyampaikan alasan membengkaknya anggaran PGRI. Dia menerangkan, anggaran tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer swasta yang sebanyak 61.216 orang.
"Karena kalau diberi senilai UMP, uangnya gak cukup. Ke depan pemerintah ingin memerhatikan guru-guru swasta. Maka diawali dengan pemberian Rp500.000 per bulan," ucap Sopan kepada iNews.id di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Meski anggaran untuk PGRI melonjak drastis, menurutnya angka tersebut sangat rasional. Dia pun menekankan bahwa proses budgeting anggaran tersebut berjalan sesuai dengan perintah gubernur.
"Semua sudah melalui banyak tahap, mulai gubernur hingga TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Kita pastikan sampai pada tangan yang berhak untuk menerima dan tidak ada dana siluman," ungkapnya.
Selain PGRI, Dinas Pendidikan juga menyalurkan dana hibah kedua institusi tenaga didik. Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Usia Dini Indonesia (Himpaudi) mendapat Rp40,2 miliar dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) sebesar Rp23,5 miliar.
"Karena pemberian dana kepada swasta, maka prosesnya harus hibah. Nah, hibah itu melalui organisasi-organisasi atau badan yang paham dengan keanggotanya," ucapnya.