JAKARTA, iNews.id - Faturohman (18), pelajar yang menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, dikenal sebagai sosok santun dan berprestasi di lingkungan sekolahnya. Dia diketahui memiliki kemampuan dalam bidang tilawah Al-Qur'an dan aktif mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Hal tersebut diungkapkan guru agama sekaligus juru bicara keluarga Faturohman, Ahmad Fahmi. Dia mengatakan Fatur merupakan siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Jamiat Kheir.
"Beliau alumni dari Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Darun Najah yang suaranya bagus, qori, suka ikut lomba MTQ juga suaranya bagus multitalenta juga belajar editor, sedikit belajar konten kreator cita-citanya dia juga selain Qori dia pengen jadi konten kreator juga," kata Fahmi saat ditemui di RSUD Tarakan, Sabtu (29/8/2026).
Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, Fatur disebut memiliki ketertarikan terhadap dunia kreatif digital. Dia diketahui tengah mempelajari kemampuan editing dan memiliki cita-cita menjadi konten kreator.
Menurut Fahmi, kemampuan Fatur dalam membaca Al-Qur'an juga mendapat perhatian dari guru-gurunya di MA Jamiat Kheir. Terlebih, Fatur memiliki karakter suara yang dinilai mendukung kemampuannya sebagai qori.