JAKARTA, iNews.id – Jakarta Timur menjadi salah satu kota administratif di Ibu Kota yang kerap dilanda banjir. Potensi bencana itu timbul karena wilayah tersebut dialiri tujuh sungai besar.
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan, bukan saja banjir, Jakarta Timur juga berpotensi bencana longsor. Titik longsor berpotensi di permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
“Anda tahu kontur Jakarta Timur kelihatan geografisnya beda sama wilayah lain. Tujuh sungai mengalir di Jakarta Timur, enggak mudah, berarti harus ada perhatian khusus,” kata Anwar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/11/2018).
Menurut dia, titik rawan longsor di wilayah Jakarta Timur antara lain, kawasan Condet dan Batuampar, Kramat Jati. Anwar mengatakan, di Batu Ampar sedikitnya ada RT 05 dan RT 03 yang rawan bencana longsor.
“Selain Condet dan Batu Ampar masih banyak daerah, ada Cipinang, sebagian daerah Ciracas juga, tapi eggak membahayakan sekali karena eggak terlalu tebing,” tutur dia.
Anwar mengatakan, potensi bencana longsor di Jakarta Timur sudah dipetakan sejak lama. Dia mengaku telah menyosialisasikan kepada masyarakat setempat, termasuk mendorong warga di bantaran sungai untuk berpindah ke rumah susun yang tersedia.
“Kita sudah bilang, kita sampaikan sudah kalau memang rawan lebih baik Anda pindah ke rumah susun, direlokasi. Tetapi warganya enggak mau, masalahnya itu,” tutur dia.