Pedagang Kaki Lima Senang Omzet Naik usai Gunakan Gerobak Perindo

Carlos Roy Fajarta
Para pedagang mengaku omzet jualannya naik usai berjualan menggunakan gerobak Partai Perindo. (Foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Seorang pedagang kaki lima senang karena dagangannya semakin laris setelah menggunakan gerobakUMKM Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Hal itu mereka sampaikan dalam pembagian enam gerobak UMKM Partai Perindo yang disalurkan melalui bacaleg DPR dan bacaleg DPRD DKI Jakarta di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (3/8/2023) sore.

Mad Chusaeri (45) warga Kelurahan Cilincing merupakan pedagang yang menggunakan gerobak sepeda untuk berjualan di sekitar Gondangdia dan Gambir. Pedagang otak-otak bakar ini menyebut usahanya semakin lancar dengan bantuan gerobak sepeda dari UMKM Partai Perindo selama sebulan terakhir.

"Biasa jualan di sekitar Stasiun Gambir dan Stasiun Gondangdia. Lumayan ramai sekarang dibandingkan gerobak biasa," kata Chusaeri yang akrab dipanggil Asep.

Berjualan dari pukul 11.00 WIB sampai 19.30 WIB, dia mengaku pernah menghabiskan 1.000 porsi dalam satu hari.

"Satu porsi saya jual Rp10.000. Sekarang lebih cepat habis setelah pakai gerobak sepeda Perindo. Sebelumnya gak sampai segitunya. Jadi benar-benar menambah dagangan laris," ucap Asep.

Sementara itu, Jamal (35) warga Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan yang berjualan nasi uduk bersama ayahnya Usman mengatakan dirinya biasa berjualan di Jalan Perdatam 4.

"Mulai jualan dari pukul 05.30-9.00 WIB. Biasanya jam segitu tinggal nasi doang atau lauknya saja. Sehari bisa laku 100 porsi," kata Jamal.

Dia mengaku berjualan nasi uduk khas Betawi Rp10.000 dengan lauk tahu, tempe atau kentang. Sedangkan dengan lauk telur  dia menjual Rp13.000 per porsi.

"Di jalan raya lebih mahal. Pengen jualan malam tapi modalnya belum ada. Rencananya di Jalan Kebayoran Lama lumayan ramai," kata dia 

Jamal mengaku berterima kasih dengan bantuan gerobak UMKM Partai Perindo yang didapatkan ayahnya. Dia yakin dagangannya semakin laris bila sudah menggunakan gerobak tersebut.

"Biasanya ibu masak dari pukul 01.00 WIB, belanja sore jam 14.00-16.00 WIB, terus jam 19.00-21.00 WIB nyiapin bahan. Mulai masak 01.00-05.00 WIB. Istirahat jam 09.00-14.00 WIB," kata Jamal menceritakan pola kerja kebanyakan pedagang yang berjualan di pagi hari.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
4 hari lalu

Dukung UMKM Go Global, Bank Mandiri Bawa Produk Binaan Masuki Pasar Internasional

7 hari lalu

Rano Karno Pertimbangkan PRJ 2027 Digelar 1,5 Bulan, Sambut Perayaan 500 Tahun Jakarta

7 hari lalu

PRJ 2026 Ditutup, Pengunjung 6,1 Juta Orang dan Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun

11 hari lalu

AI Mulai Dimanfaatkan Ribuan UMKM Indonesia, Hasilnya Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal