Pemprov DKI Siapkan 3 Strategi Jitu Kurangi Sampah Rumahan

Diaz Abraham
Pemprov DKI punya strategi khusus untuk mengurangi sampah rumahan. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id - Gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama) menjadi terobosan terbaru Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menekan volume sampah. Gerakan ini mendorong warga untuk bijak dalam melakukan konsumsi makanan hingga mampu memanfaatkan barang bekas di rumah, agar bisa digunakan kembali maupun didaur ulang.

Setidaknya, Pemprov DKI memiliki tiga strategi dasar untuk mengurangi sampah rumahan, yakni pertama, Strategi Pintu Depan (pra-konsumsi). Pada bagian ini, masyarakat diajak untuk merencanakan, mengurangi, menghindari, dan mencari alternatif produk agar sisa konsumsinya tidak menjadi sampah.

Tahap kedua adalah Strategi Pintu Tengah (saat konsumsi–produksi), pada bagian ini warga Jakarta diharapkan dapat menggunakan ulang bahan maupun barang, serta memproduksi ataupun mengonsumsi secara cermat agar tidak menghasilkan sisa. Strategi terakhir, yaitu Pintu Belakang (pasca konsumsi–produksi), masyarakat diajak untuk mendaur ulang barang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Andono Warih mengungkapkan, bila ketiga strategi ini dijalankan secara optimal, maka volume sampah akan berkurang dalam beberapa tahun mendatang. Dia menambahkan, cara paling mudah dalam mengurangi sampah dari rumah ialah menghabiskan makanan.

"Pengurangan sampah dari sumber sampah dimulai dari rumah tangga. Ketika kita bijak mengosumsi sejak dari rumah, maka pengurangan sampah akan efektif. Contoh mudahnya, jika setiap anggota keluarga menghabiskan makannya, tentu tidak ada yang menjadi sampah," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Berkurangnya volume sampah akan berakibat baik bagi warga karena lingkungan akan bersih dan indah. Selain itu, sampah yang harus diolah oleh Pemprov DKI di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang, sehingga menekan biaya penanganan sampah, lalu anggaran sisa tersebut dapat dialokasikan untuk program lainnya.

"Strategi pengurangan sampah ini yang kita kembangkan dengan berkolaborasi bersama masyarakat. Sehingga sampah yang dihasilkan berkurang dan minim harus diangkut ke TPA untuk diolah. Akibatnya, pembiayaan penanganan sampah juga akan makin efisien," katanya. (Adv)

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Pemerintah Percepat Olah Sampah Jadi Listrik, Target Kurangi 33.000 Ton per Hari di 2029

Nasional
6 hari lalu

Darurat Sampah, RI Hanya Mampu Kelola 37 Ribu Ton per Hari

Nasional
6 hari lalu

RI Darurat Sampah, Produksi Capai 143.000 Ton per Hari!

Nasional
13 hari lalu

Buang Sampah Sembarangan di Stasiun dan Jalur Kereta? Siap-Siap Ditindak KAI!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal