Sandi Sarankan RS Sumber Waras Ajukan Gugatan di Pengadilan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto : iNews.id)

JAKARTA,iNews.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Yayasan Kesehatan Sumber Waras untuk mengembalikan uang kelebihan pembelian lahan sebesar Rp191 miliar. Hal itu berdasar laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal adanya indikasi kerugian negara dalam proses pembelian lahan di rumah sakit itu.  

Namun, kata Sandi, jika pihak Sumber Waras  masih enggan mengembalikan uang kelebihan pembelian lahan, dia menyarankan untuk menggugat hasil audit BPK.

“Kita maunya persaudaraan, tetapi kalau Sumber Waras maunya masuk ranah hukum, ya kita hadapi gak ada masalah,” terang Sandi di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Menurut Sandi, selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah menunjukkan ikhtikad baik dengan menghormati keputusan Sumber Waras dan menunggu untuk mengembalikan Rp191 miliar. Namun belakangan, kata Sandi, pihak Sumber Waras menyatakan tidak bersedia mengembalikan dan justru ingin menempuh jalur hukum.

“Paling gampang membatalkan transaksi itu kalau kedua pihak ada yang tidak setuju, ya harus melalui jalur pengadilan,” kata dia.

Sandi mengaku, sebenarnya Pemprov DKI tidak ingin mempersulit persoalan Sumber Waras.  Kasus ini, kata dia, seharusnya sudah bisa terselesaikan dengan cepat, asalkan pihak Sumber Waras menyepakati untuk mengembalikan uang Rp191 miliar. Tetapi, kalau pun enggan mengembalikan, baik pemprov maupun Sumber Waras bisa membatalkan transaksi jual beli.

“Ya, itu merupakan hak pihak Sumber Waras yang harus kami hargai. Kalau kami gak ada agenda lain. Kami ingin pencatatan aset negara, ini uang rakyat. Kami ingin dicatat dengan baik hasil temuan BPK, kami ingin tertindaklanjuti,” pungkasnya. 

Editor : Khoiril Tri Hatnanto
Artikel Terkait
9 jam lalu

Pemprov DKI Putuskan Jalur Sepeda Tetap Ada, Ini Alasannya

25 hari lalu

Pramono Buru Pelaku Perusakan CCTV di Pejompongan saat Demo

29 hari lalu

Pramono soal Tarif Parkir Jakarta Naik jadi Rp60.000 per Jam: Bukan Angka dari Pemerintah DKI

1 bulan lalu

Pramono Usul Pengembangan Rusun di Jakarta Terintegrasi Sekolah, Pasar hingga Transportasi Publik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal