Tak Terserap, Anggaran DKI Rp4,4 Triliun Mengendap di 10 BUMD

Wildan Catra Mulia
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengungkapkan, ada anggaran sebesar Rp4,4 triliun masih mengendap di 10 BUMD. Dana tersebut tidak terserap karena gagal dibelanjakan oleh BUMD. 

Menurut Saefullah, ada 13 BUMD di DKI. Sementara yang sudah menyerap anggaran 100 persen baru PT Jamkrida, PT Bank DKI, dan PT Askrida, sedangkan 10 BUMD lain tidak menyerap secara maksimal penyertaan modal daerah (PMD) dari Pemprov DKI.

“Rp2,6 triliun masih on progress. 10 BUMD masih sesuai dengan proposal dan ada yang proses lelang sampai sekarang. Nah ada yang Rp1,8 triliun sekian itu sudah tidak sesuai dengan proposal, di antaranya PMD yang 2013. Itu PMD Jakpro untuk akuisisi Palyja,” kata Saefullah di Gedung DPRD DKI, Kamis (15/11/2018).

Menurut dia, penggunaan anggaran yang mengendap tersebut masih bisa dilakukan. Yakni dengan cara me-realokasi anggaran melalui pengajuan ulang BUMD atau bisa juga mengembalikan ke Pemprov DKI.

“Opsinya realokasi dengan memperbaiki proposal, diajukan ulang. Karena uangnya sudah ada di mereka atau kemungkinan kedua dia bernasib seperti dulu dikembalikan,” ucap dia.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI meminta BUMD mengembalikan dana yang mengendap tersebut. Anggaran itu dinilai dapat dibelanjakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Yang kita persoalkan endapannya. Kami begitu lihat ini kaget juga, dibiarkan tenang bertahun-tahun. Ini harus dikembalikan," kata Pimpinan Banggar DPRD M Taufik.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto
Artikel Terkait
Megapolitan
16 hari lalu

Pramono ke BUMD Jakarta: Jangan jadi Pemain Lokal, tapi Bertarung ke Luar

Megapolitan
1 bulan lalu

Pramono Bersyukur WFH Ditetapkan Hari Jumat Bukan Rabu, Ada Apa?

Nasional
1 bulan lalu

Anies Berduka Prajurit TNI Anggota UNIFIL Gugur akibat Serangan Israel: Kami Marah!

Nasional
1 bulan lalu

Anies, AHY dan SBY Bertemu di Cikeas, Bahas Apa?

Nasional
1 bulan lalu

Anies Sebut Serangan ke Aktivis KontraS Terorganisasi: Usut Pemberi Perintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal