JAKARTA, iNews.id - Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar rapat konsultasi dengan kadernya yang menempati posisi sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Rapat tersebut atas permintaan langsung Ketua Umum partai, Airlangga Hartarto.
Ketua Hubungan Bidang Lembaga dan Politik Partai Golkar Yahya Zaini mengatakan, Airlangga prihatin atas ditangkapnya sejumlah kepala daerah belakangan ini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa di antaranya merupakan kader berlambang pohon beringin tersebut.
"Oleh karena itu beliau (Airlangga Hartato) ingin memberikan semacam arahan kepada kawan-kawan yang menjadi kepala daerah agar bisa menjalankan kebijakan politik bersih seperti apa," ujar Yahya, di Hotel Sultan, Senayan, (19/2/2018).
Sejumlah calon kepala daerah yang terjaring OTT KPK, yaitu calon Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Calon Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.
Nyono ditangkap KPK pada Sabtu, 3 Februari 2018. Usai pengkapan dan pemeriksaan, KPK kemudian menetapkan Nyono sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana puskesmas. Dari tangan Nyono, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai yang diduga sisa uang pemberian dari Inna sebesar Rp25.550.000 dan USD9.500.
Sebelumnya, KPK juga menangkap Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae. Marianus merupakan salah satu calon Gubernur NTT dalam Pilkada 2018 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Marianus ditangkap di sebuah Hotel di Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB pada Senin, 12 Februari 2018. Usai ditangkap dan proses pemeriksaan, politikus PDIP itu resmi ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT.