BNPB Pasang Sensor Peringatan Dini Banjir di Gunung Semeru

Binti Mufarida
BNPB Pasang Sensor Peringatan Dini Banjir di Gunung Semeru (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNews.id  – Gunung Semeru dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Saat ini, aktivitas vulkaniknya berada di Level II atau status Waspada.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, sepanjang tahun 2025 gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini sudah mengalami erupsi sebanyak 2.449 kali.

Risiko bencana akibat erupsi Semeru tidak hanya terbatas pada guguran awan panas dan abu vulkanik. Ancaman lain yang juga berbahaya adalah banjir lahar dingin, terutama saat kawasan sekitar gunung mulai memasuki musim hujan.

Ada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) yang paling rawan terkena dampak lahar dingin, yaitu Sungai Besuk Kobokan di Kecamatan Pronojiwo, Sungai Besuk Lanang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, serta Sungai Regoyo di Kecamatan Candipuro.

Pada 2024 lalu, intensitas hujan tinggi di kawasan Gunung Semeru memicu banjir lahar dingin yang membuat debit air di DAS Regoyo, DAS Mujur, dan DAS Glidik di Kabupaten Lumajang meluap pada Kamis (18/4) pukul 19.30 WIB.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1,4 Km

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Setinggi 1,2 Km

57 tahun lalu

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter

57 tahun lalu

Hujan Abu Gunung Semeru Tutupi Jembatan Keladak Perak, Lalu Lintas Buka Tutup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal