Demokrat Koreksi Mahfud MD soal Angka Kemiskinan

Kurnia Illahi
Ilustrasi, Partai Demokrat. (Foto: Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id - Partai Demokrat mengoreksi data yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenai angka kemiskinan. Demokrat menilai angka yang disampaikan Mahfud MD keliru.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan, angka kemiskinan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (2009-2014) sebesar 10,96%. Sementara Mahfud MD melalui akun Twitter menuliskan angka kemiskinan pada akhir Pemerintahan SBY (2014) sebesar 12%.

"Prof @mohmahfudmd koreksi data sbb : SBY periode kedua (2009-2014) angka kemiskinan turun sebanyak 3,46% yaitu dari 14,15% menjadi 10,96%. Jadi di akhir Pemerintahan @SBYudhoyono 10,96% bukan 12%," ujar Imelda menanggapi tweet Mahfud MD melalui akun Twitter @isari68, Rabu (19/8/2020) dini hari.

Sebelumnya, Mahfud MD menuliskan tentang tren angka kemiskinan sejak Indonesia merdeka terus menurun. Dalam tweet-nya Mahfud MD juga menuliskan angka kemiskinan di Indonesia kembali naik saat dilanda wabah virus corona (Covid-19).

"Karena Indonesia merdeka jumlah orang miskin terus menerus turun. Di zaman kolonial hampir semuanya miskin; awal Orba (1966) 56% miskin; awal reformasi (1998) 18% miskin: akhir pemerintahan SBY (2014) 12% miskin; akhir periode I JKW (2019) 9% miskin. Musim Covid 19 (2020) naik jd 9,7 %," tweet Mahfud.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
14 hari lalu

Mahfud MD: KPK Tak Salah ketika Melepas dan Menahan Kembali Yaqut

Nasional
29 hari lalu

Mahfud MD Ungkap Tim Reformasi Polri Hasilkan 7 Buku Tebal, Apa Isinya?

Nasional
29 hari lalu

Mahfud MD Desak DPR Segera Rampungkan RUU Pemilu

Nasional
30 hari lalu

Bahas Desain Pemilu, Komisi II DPR Undang Mahfud MD hingga Refly Harun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal